Kekasihku

Ketika pulang.....
Aliran air, bebatuan, tumbuhan.....
diam dan
Semua langka terhenti
karna cakrawala
Menghancurkan Meganya
Tuk menghentikan s'mua langka

Tuhan apa yang terjadi.....?

Ada suara yang datang....!
Lompat lari dan lari
Aku bingung
Apa ini mimpi?
S'mua terdiam

Tuhan.....
knapa kau hancurkan mega itu
knapa kau panggil ia begitu cepat
Padahal kami masih ingin bersamanya...
Tuk mengalunkan nada-nada Cinta-Mu.....

Kami tahu Mega itu tidak hancur
Walaupun t'lah membasahi bumi
Asma-Mu kan s'lalu bersemi

Campus


Inilah adalah salah satu Pemandangan Kampus tempat saya Belajar dan Berkarya sejak maret 2002 sampai dengan sekarang, jangan heran bila kalian memasuki kawasan ini di setiap sudut kalian akan membaca "ANDA MEMASUKI KAWASAN BEBAS SAMPAH" & "NO SMOKING AREA CAMPUS" dan akan berlaku sangsi/denda bagi siapa saja yang melanggarnya.
Marilah bersama-sama kita bebaskan dunia ini dari sampah agar dapat tercipta Suasana bersih dan nyaman untuk kesehatan kita semua,Amin,.
"Salam Sukses"

Prestasi Kerja

Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat dewasa ini, sangat diperlukan adanya sumber daya manusia yang berkualitas sehingga mampu menghadapi persaingan dan perubahan. Lingkungan yang dihadapi oleh manajemen sumber daya manusia sangat menantang karena perubahan muncul sangat cepat dan memiliki masalah yang sangat luas (Mathis, 2001). Untuk mampu bersaing pada era global sebuah organisasi atau perusahaan harus memiliki sumber daya yang baik, khususnya sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang dapat berprestasi maksimal. Prestasi kerja yang tinggi menunjukkan kepuasan yang paling nyata dirasakan oleh seseorang yang mempunyai motif keberhasilan yang tinggi.

Kepuasan biasanya terletak pada prestasi kerja yang tinggi, bukan pada imbalan yang diterima seperti dalam bentuk upah dan gaji. Bagi kebanyakan orang, menerima upah dan gaji merupakan alat yang memungkinkannya memuaskan berbagai kebutuhannya dengan lebih baik. Akan tetapi, pertimbangan demikian bukan merupakan pertimbangan utama bagi yang mempunyai motif keberhasilan yang tinggi. Baginya uang memang tetap penting, tetapi maknanya bukan sekadar alat pemuas kebutuhan, melainkan sebagai umpan balik atas penilaian atasannya terhadap prestasi kerja. Apabila dikaitkan dengan pelanggan/konsumen dan organisasi, prestasi kerja sangat penting diperhatikan. Prestasi kerja yang tinggi pada seorang karyawan akan bermuara pada kepuasan pelanggan. Selain itu, prestasi kerja karyawan yang tinggi akan berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi secara keseluruhan.

Menurut Hasibuan (2002) prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya, yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan. Menurut Martoyo (2000) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi kerja karyawan ataupun produktivitas kerja karyawan, antara lain motivasi, kepuasan kerja, tingkat stres, kondisi fisik pekerjaan, sistem kompensasi, aspek-aspek ekonomis, aspek-aspek teknis, dan perilaku-perilaku lainnya.
Lower dan Porter (1968) dalam Indra Wijaya (1989) menyebutkan bahwa prestasi kerja merupakan perpaduan antara motivasi dan kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaannya atau prestasi seseorang bergantung kepada keinginan untuk berprestasi dan kemampuan yang bersangkutan untuk melakukannya. Apabila prestasi kerja yang dicapai karyawan kurang mendapat perhatian, akan dapat berakibat pada hal-hal yang tidak diinginkan, seperti hasil kerja yang tidak maksimal. Untuk itu, pimpinan perusahaan harus benar-benar memberikan perhatian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja. Adapun faktor-faktor tersebut adalah faktor motivasi, kepuasan kerja, kondisi fisik pekerjaan, dan kemampuan kerja karyawan.

Kisah 3 Sahabat

KISAH Ada tiga sahabat, satunya Kura-Kura, satu lagi Kodok, terus satunyalagi Kaki Seribu. Suatu hari Kura-kura mengundang dua temennya kerumahnya buat pesta kecil-kecilan. So. mereka bertiga bikin pestakecil di rumah Kura-kura. Setelah asyik ngobrol, makan, minum danlain-lain, si Kodok berkata: "Eh.., dari tadi kayaknya ada yangkurang ya.., elu pada ngerasa gak.. Oh iya kita kok gak ngerokokya.., pantesan mulut asem banget nih.."Kura-kura: "Iya ya.., sorry gue lupa nggak nyediain rokok.kalo gitu

lu beli aje deh `Dok.., warungnya deket khan..!"Kodok: " Lho koq gue sih.. khan tuan rumahnya elu `Ra.."
Kura-kura: "Iya sih.. tapi khan gue jalannya lambat.. kalo elu khan bisa cepet..!!"

Kodok: "Ah.. nggak bisa gitu duonk!! Lagian kalo soal cepet.. pasti si Kaki Seribu lebih cepet dari gue.. kakinya aja ada seribu!!!"
Kura-kura: "Oh iya ya.. Elu aja deh yang pergi.. Kaki Seribu.."
Kaki Seribu: "Koq jadi gue sih.."

Kodok: "Udah.., nggak apa-apa..elu aja.. buruan.."
Akhirnya si Kaki Seribu pergi juga untuk membeli rokok. Si Kodok dan Kura-kura nungguin sambil ngegosipin artis-artis lokal. Lima menit menunggu.si Kaki Seribu belum datang juga., 10 menit.., 20 menit.,satu jam., dan ternyata sampe tiga jam Kaki Seribu gak nongol-nongol juga.

Kodok: "Kok Kaki Seribu nggak pulang-pulang ya..?"
Kura-kura: "Iya nih.., gue jadi kuatir.., kita susulin aja yuk, Dok.!"
Kodok: "Ayuk deh..!"
Tapi pas si Kura-kura buka pintu., ternyata Kaki Seribu sudah ada di depan pintu.

Kura-kura: "Nah ni dia..!"
Kodok: "Iya nih dari tadi ditungguin juga., mana rokoknya.., mulut gue udah asem banget nih..?!"
Kaki Seribu: "Boro-boro rokok., jalan aja belom..!!"
Kodok: "Haah belom jalan..? Emangnya dari tadi ngapain aja.?"
Kaki Seribu: "Yeeeeeeeee. . elu nggak liat nih.gue lagi PAKE
SEPATU..!!!! !"


Rajawali

You see the work, you see the are ....lalu guru ku bercerita kisah seekor burung raja wali inilah ceritanya....

Di tengah hutan belantara, di atas sebuh pohon yang tinggi besar dan berdaun lebat, bersaranglah seekor burung rajawali. Dalam sarang tersebut terdapat beberapa telur yang siap menetas. Pada suatu hari, datanglah angin kencang yang menerjang pohon tersebut sehingga satu dari telur-telur rajawali tersebut jatuh. Namun beruntung, telur tersebut jatuh tepat di atas sarang seekor ayam (hutan) sehingga tidak pecah. Kemudian telur tersebut menggelinding menyatu dengan telur-telur ayam yang sedang dierami sang induk.

Hari berganti hari, akhirnya telur rajawali tersebut menetas juga bersama telur-telur ayam lainnya. Dijalaninya hari-hari baru dengan anak ayam yang lain dengan rukun dan ceria. Ke mana-mana mereka bersama, mencari makan dan bermain menelusuri pelosok hutan. Semakin hari tubuh anak rajawali semakin besar dan ia melihat perbedaan fisiknya dengan anak ayam yang lain sehingga timbul penasaran dalam hatinya.

Suatu hari ia memberanikan bertanya kepada induknya, "Bu, kenapa tubuhku berbeda dengan yang lain? Kenapa tubuhku lebih besar dan sayapku lebih lebar?"

Namun sang induk enggan menjawab pertanyaan itu. Akhirnya anak rajawali pun hanya bisa diam dengan rasa ingin tahu yang terpendam di dada. Lama-kelamaan ia pun tak lagi menghiraukan penasarannya itu.

Suatu ketika ia melihat seekor rajawali sedang terbang tinggi di angkasa. "Oh, betapa indah dan hebatnya rajawali itu, terbang menjelajah di angkasa. Alangkah gagahnya…" gumamnya dalam hati. Ia pandangi rajawali yang sedang terbang itu dengan kagum. Sejak saat itu ia sering menyendiri dan merenung. Ia ingin sekali bisa terbang seperti rajawali tersebut.

Beberapa hari kemudian ia kemukakan keinginannya untuk bisa terbang pada sang induk ayam. Namun dengan ketus sang induk hanya berkata, "Kamu hanya seekor anak ayam, mana mungkin bisa terbang seperti rajawali… Kamu jangan mimpi yang aneh-aneh, nak!"

Tak peduli dengan apa yang dikatakan sang induk, ia pun berusaha mengepakkan sayapnya. Tapi setiap kali ia berlatih terbang, maka anak ayam yang lain mengejeknya dan berkata, "Kamu ingin terbang? Ha..ha..ha.., kamu gila! Kamu kan anak ayam, mana mungkin bisa terbang."

Mendengar itu semua, anak rajawali itu pun menjadi sedih dan patah semangat. Lambat laun ia pun melupakan impiannya untuk bisa terbang. Akhirnya ia pun hidup dengan pikiran seekor ayam, menjalani kehidupan laksana seekor ayam dan akhirnya matipun sebagai seekor ayam. Sungguh malang nasibnya…

Nah, sahabat yang budiman. Tahu nggak? Sebenarnya kita semua adalah anak rajawali, sama seperti anak rajawali tersebut di atas. Sesungguhnya kita bisa terbang tinggi menjelajah angkasa dengan gagah perkasa.

Sesungguhnya kita terlahir sebagai anak rajawali dan memiliki potensi naluriah sebagai seekor rajawali yang gagah perkasa. Namun malangnya, kita hidup di lingkungan ayam, mengadopsi pemikiran-pemikiran ayam, dan akhirnya hidup sebagai seekor ayam. Kita dengan kejam mengubur impian-impian kita untuk bisa terbang di angkasa sebagai rajawali sebagaimana mestinya. Kita terlalu pasrah dengan keadaan, dan akhirnya mati membusuk sebagai seekor ayam.

Maka sahabat, kalau kita benar-benar ingin terbang, kita harus berani mengepakkan sayapnya dan melompat. Tak peduli sebanyak apa kita jatuh, maka sebanyak itu pula kita melompat lagi. Percayalah kita pasti bisa karena kita adalah anak rajawali!

Kalau kita benar-benar ingin terbang, kita harus berani keluar dari konteks seekor ayam dan berpikir dengan konteks rajawali. Yakinlah kita pasti bisa karena kita adalah anak rajawali!

Lihatlah sahabat, angkasa membentang indah tak bertepi. Kita dapat melihat keindahan bumi manapun dari sini. Kita bisa pergi ke manapun yang kita mau. Kita bisa menjadi diri kita sendiri!

Sungguh bahagia sahabat, menjadi diri kita yang sesungguhnya, memanifestasikan anugerah Sang Pencipta yang ada pada diri kita. Tunggu apalagi sahabat, kepakkan sayapmu! Terbanglah!